sumbu.id, JAKARTA – PDI Perjuangan (PDIP) menilai ajakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk mengawal pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode mengandung pesan politik yang lebih luas daripada sekadar menjaga kesinambungan pemerintahan.
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menilai pernyataan tersebut dapat dimaknai sebagai upaya mempersiapkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai calon pemimpin nasional pada masa mendatang.
“Kalau saya melihat justru mungkin Pak Jokowi berjuang untuk mempersiapkan Gibran sebagai the next president. Dia keliling ke mana-mana,” kata Djarot, Senin (22/6/2026) seperti dilansir Inilah.com.
Menurut Djarot, intensitas kunjungan politik Joko Widodo ke berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan adanya upaya konsolidasi politik. Aktivitas tersebut dinilai tidak semata-mata sebagai dukungan terhadap pemerintahan Prabowo, melainkan juga memperkuat posisi politik Gibran di tingkat nasional.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga kembali menyinggung polemik pencalonan Gibran pada Pilpres 2024. Ia menegaskan PDIP tetap memandang Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 yang membuka jalan bagi Gibran maju sebagai calon wakil presiden sebagai persoalan konstitusional.
“Meskipun kita tahu bahwa Gibran itu terpilih karena melanggar konstitusi. Sehingga banyak orang menyebut bahwa pelanggaran konstitusi ini, Gibran sebenarnya tidak sah sebagai wakil presiden berdasarkan Putusan MK 90. Itu kan jelas melanggar konstitusi,” ujar Djarot.
Selain itu, Djarot juga menyoroti potensi munculnya dinasti politik di tingkat nasional. Ia menilai terdapat kecenderungan regenerasi kekuasaan yang tidak hanya bertumpu pada figur presiden terpilih, tetapi juga mengarah pada lingkungan keluarga mantan presiden.
Meski demikian, pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka masih akan berlangsung hingga 2029. Wacana mengenai pemerintahan dua periode maupun peluang Gibran maju sebagai calon presiden pada pemilu mendatang dinilai masih menjadi bagian dari dinamika politik yang akan terus berkembang.
Djarot menilai seruan Joko Widodo untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua periode membuka ruang interpretasi yang luas. Di satu sisi, pernyataan itu dapat dipandang sebagai dukungan terhadap stabilitas pemerintahan, namun di sisi lain juga dianggap sebagai upaya membangun legitimasi politik bagi Gibran sebagai figur penerus di masa depan.
Leave a comment