sumbu.id, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons kritik yang disampaikan komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan stand-up comedy spesial bertajuk Mens Rea yang tayang di Netflix.
Kritik tersebut menyoroti kecenderungan masyarakat Jawa Barat dalam memilih pemimpin yang populer di mata publik atau artis.
Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Dedi Mulyadi mengaku mengapresiasi kritik yang disampaikan Pandji. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai penggemar komika tersebut.
“Saya yang dianggap gubernur YouTuber, saya tidak boleh memuji diri saya sendiri baik atau tidak dalam memimpin,” ujar Dedi dalam unggahan videonya, dikutip pada Senin (5/1/2026).
Dedi kemudian menantang Pandji untuk melihat langsung hasil kerjanya di lapangan. Ia mengajak Pandji berkeliling Jawa Barat, mulai dari jalan-jalan provinsi hingga berbagai daerah, untuk menilai secara langsung apakah kepemimpinannya hanya sebatas konten media sosial atau nyata dirasakan masyarakat.
“Pandji datang ke Jawa Barat, keliling, lewati jalan-jalan provinsi, kemudian ke berbagai daerah. Lihat saya membangunnya benar atau tidak. Apakah saya ini hanya gubernur konten atau gubernur kenyataan,” kata Dedi.
Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa kritik terbuka merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihargai. Ia pun mendorong para pekerja seni untuk terus berkarya sekaligus menyampaikan kritik secara konstruktif.
“Terus berkarya dan melakukan otokritik yang terbuka. Ini negara demokrasi, setiap orang berhak menyampaikan pernyataan, pikiran, dan gagasan, termasuk koreksi secara terbuka, apalagi dikemas dengan cara jenaka,” tambahnya.
Sebelumnya, dalam komedi spesial Mens Rea, Pandji Pragiwaksono menyoroti budaya hukum dan berbagai keabsurdan sosial-politik di Indonesia melalui satire. Pada salah satu segmennya, Pandji menyebut Jawa Barat sebagai salah satu contoh daerah dengan kecenderungan memilih pemimpin yang memiliki popularitas tinggi atau seorang artis.
“Orang Sunda senang memilih artis. Gubernur mereka waktu itu artis film, Deddy Mizwar, wakilnya Dede Yusuf. Sekarang gubernurnya Dedi Mulyadi, artis YouTube,” ujar Pandji dalam pertunjukan tersebut.
Pernyataan itu pun memicu diskusi publik terkait preferensi pemilih dan peran popularitas dalam kontestasi politik di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.
Leave a comment