sumbu.id, Presiden Prabowo Subianto memanggil para pemimpin partai politik ke Istana Negara, Jakarta, Senin (1/9) siang. Pertemuan ini digelar di tengah aksi demonstrasi yang terus berlangsung di sejumlah kota terkait tuntutan pembatalan tunjangan rumah DPR.
Kabar pemanggilan itu juga dibenarkan oleh Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron. Meski begitu, ia mengaku tidak mengetahui pembahasan yang akan disampaikan oleh Presiden. “Betul (undangan Ketum Parpol). Saya belum tahu (alasan), hanya ada undangan untuk kami hadir ke sini,” ujarnya kepada wartawan.
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, juga membenarkan adanya pertemuan dengan Presiden yang dilanjutkan rapat kabinet. Cak Imin menilai momentum ini penting untuk melakukan evaluasi bersama.
“Tentu saja ini menjadi momentum untuk kita semua melakukan evaluasi, sekaligus mereformasi diri masing-masing. Semua lembaga, baik legislatif maupun eksekutif, harus benar-benar memahami tuntutan aspirasi rakyat,” kata Muhaimin, seperti dilansir CNBC Indonesia.
Pemanggilan para pimpinan parpol ini dilakukan tak lama setelah Presiden Prabowo memutuskan untuk menunda perjalanan ke luar negeri, termasuk undangan parade militer di Beijing pada 3 September 2025. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan Presiden menimbang dinamika dalam negeri dan memilih fokus memimpin langsung proses penyelesaian situasi nasional.
Selain agenda di Beijing, Presiden Prabowo juga harus menyesuaikan jadwalnya dengan sidang tahunan PBB di New York yang dianggap lebih strategis.
Keputusan tersebut menegaskan prioritas pemerintah dalam menjaga stabilitas politik domestik di tengah gejolak protes publik terhadap DPR, sembari tetap menjaga hubungan dengan mitra internasional.
Leave a comment