sumbu.id, Seorang guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta diduga terlibat kekerasan seksual kepada belasan mahasiswi. Jumlah korban aksi bejatnya mencapai 13 mahasiswi.
Pelaku yakni guru besar UGM Prof Edy Meiyanto. Peristiwa dugaan kekerasan seksual ini menggegerkan UGM yang terjadi dalam waktu akhir 2023 hingga pertengahan 2024.
Dalam melancarkan aksinya, modus dosen mesum ini mengajak korban ke rumahnya dengan dalih diskusi, bimbingan tugas akhir hingga kegiatan lomba.
Sekretaris UGM Andi Sandi mengatakan, saat ini EM sudah dipecat sebagai dosen UGM. “Saat ini pelaku sudah dipecat sebagai dosen UGM. Pelaku juga tengah dalam proses pemecatan sebagai ASN dan guru besar,” kata Sekretaris UGM, Andi Sandi.
Saat ini pihak ugm tengah fokus melakukan pendampingan kepada para korban, karena sebagian belum lulus dari kampus.
Disisi lain, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendesak agar kasus kekerasan seksual yang dilakukan eks Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Edy Meiyanto tak berhenti hanya pada pemecatan.
“Sikap kampus sudah tepat dengan tidak melindungi pelaku dan memecatnya. Tapi tidak cukup sampai di sini. Selanjutnya, saya minta kepolisian agar bisa memproses kejahatan ini di ranah pidana. Saya akan pantau kasusnya” ujar Sahroni melalui keterangan tertulis, Senin (7/4/2025).
Sahroni juga menyampaikan, pelaku kekerasan seksual dilakukan dari beragam latar belakang. Jangan sampai ada pembiaran terhadap kekerasan seksual yang terjadi.
“Saat ini kasus kekerasan dan pelecehan seksual sudah terlalu banyak dilakukan dengan pelaku berlatarbelakang beragam. Kita tidak bisa melakukan pembiaran lagi,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan pihak kepolisian responsif menindaklanjuti laporan kekerasan seksual. Aparat berwajib juga didorong memberikan tuntutan hukuman berat terhadap pelaku. “Agar ada efek jera di masyarakat,” ungkap Sahroni.
Leave a comment