sumbu.id, Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, mengumumkan darurat militer pada Selasa (3/12) malam waktu setempat.
Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Yoon mengatakan tindakan ini diperlukan untuk melindungi Korsel dari “kekuatan komunis”.
“Untuk melindungi Korea Selatan yang liberal dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan komunis Korea Utara dan untuk melenyapkan elemen-elemen antinegara, saya dengan ini menyatakan darurat militer,” ujar Yoon dikutip AFP.
Belum diketahui segera pasti bagaimana kebijakan darurat militer ini akan memengaruhi pemerintahan dan demokrasi Korea Selatan.
Yoon yang tingkat penerimaan publiknya menurun dalam beberapa bulan terakhir, telah berjuang untuk mendorong agendanya terhadap parlemen Korea Selatan yang dikendalikan oposisi sejak menjabat di tahun 2022.
Partai Kekuatan Rakyat yang konservatif yang dipimpin Yoon mengalami kebuntuan dengan pihak oposisi yang liberal, Partai Demokratik, terkait RUU anggaran tahun depan.
Sang presiden juga telah menolak seruan untuk penyelidikan independen terhadap skandal yang melibatkan istri dan pejabat tingginya, yang menuai teguran keras dari para pesaing politik Seoul.
Partai Demokrat dilaporkan mengadakan pertemuan darurat dengan para anggota parlemen setelah pengumuman Yoon itu.
Leave a comment