Home Headline Kontroversi Pilkada Banjarbaru, Lisa Halaby-Wartoni Dapat Suara 100 Persen
HeadlinePolitik

Kontroversi Pilkada Banjarbaru, Lisa Halaby-Wartoni Dapat Suara 100 Persen

Share
Share

sumbu.id, Pemilihan Wali Kota Banjarbaru menarik perhatian publik setelah pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Lisa Halaby-Wartono, dinyatakan memperoleh 100% suara.

Namun, perolehan ini bukan tanpa kontroversi. Pasalnya, paslon nomor urut 02, Muhammad Aditya Mufti Ariffin-Said Abdullah, didiskualifikasi kurang dari sebulan sebelum hari pencoblosan, tepatnya pada 31 Oktober 2024.

Pengumuman pembatalan pasangan nomor urut 2 itu disampaikan Ketua KPU Kota Banjarbaru Dahtiar di Kantor KPU Jalan Trikora Banjarbaru, Jumat (1/11).

“Keputusan pembatalan tertuang dalam SK KPU Banjarbaru Nomor 124 Tahun 2024 tentang pembatalan Muhammad Aditya Mufti Ariffin dan Said Abdullah sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru 2024,” ujar Dahtiar seperti dilansir Antara.

Berdasarkan data dari Sirekap KPU, pasangan Lisa Halaby-Wartono hanya memperoleh 35.931 suara sah. Jumlah ini jauh dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang mencapai 195.819 orang. Dengan demikian, tingkat partisipasi pemilih yang mendukung paslon 01 hanya sekitar 18,34% dari total DPT.

Sayangnya, tidak ada informasi rinci mengenai jumlah suara tidak sah atau pemilih yang golput dalam Pilwakot Banjarbaru. Namun, karena suara sah hanya dihitung dari satu paslon yang lolos, Lisa-Wartono secara otomatis dinyatakan menang dengan persentase 100% dalam tabulasi akhir.

Putusan diskualifikasi Aditya-Said menjadi penentu kemenangan Lisa-Wartono. Meskipun hanya 18,34% pemilih dari total DPT yang memberikan suara sah kepada paslon 01, dalam penghitungan akhir KPU, mereka tetap dihitung sebagai pemenang dengan suara penuh.

Hal ini sesuai dengan aturan bahwa hasil pemilu didasarkan pada suara sah yang diperoleh paslon yang memenuhi syarat.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap regulasi pemilu dan dampaknya terhadap hasil akhir.

Lantas, siapakah Lisa Halaby?

Wanita bernama Hj. Erna Lisa Halaby sebelumnya tak pernah diperhitungkan dalam peta politik di Kota Banjarbaru. Dia tercatat sebagai ASN pada Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru sebelum akhirnya memutuskan pensiun sebagai ASN pada 10 Juni 2024.

Karir Lisa sebagai ASN dimulai pada tahun 2000. Saat itu Kota Banjarbaru masih berada di bawah kepemimpinan Rudy Resnawan sebagai wali kotanya. Berkat kerja kerasnya, jebolan Strata 1 Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pancasetia atau STIEPAN, akhirnya diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2007. Setahun kemudian, SK sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) berhasil ia kantongi.

​​​​​Setelah sempat menjadi staf di Bagian Umum, lalu pada 2015 Lisa mendapat dua kali promosi kenaikan jabatan. Yakni sebagai sebagai Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Sosial di Kelurahan Komet, dan Sekretaris Lurah Loktabat Utara.

Tiga tahun setelahnya, pada 2018, perempuan berdarah campuran Banjar – Timur Tengah ini kembali mendapat promosi kenaikan jabatan sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kesejahteraan pada Bagian Kesra. Jabatan yang akhirnya ia pungkasi dengan surat pengunduran diri.

Pada 2016 lalu, Lisa Halaby bersama keluarga besarnya mendirikan Yayasan Abdul Aziz Halaby. Yayasan yang namanya diadopsi dari nama sang ayah, Abdul Aziz Halaby, bergerak di bidang kemasyarakatan, pendidikan, agama, dan sosial. Di sana ia dipercaya sebagai pengawas.

Taman Pendidikan Al Quran (TPA), menjadi salah satu fokus utama didirikannya Yayasan Abdul Aziz Halaby. Di bawah naungan yayasan tersebut, saat ini ada tak kurang 570 santri. Semuanya bebas biaya, alias gratis.

Tak hanya anak-anak, para orang tua yang belum bisa, atau belum lancar membaca Al Qur’an, juga diberi ruang yang sama untuk belajar di Yayasan Abdul Aziz Halaby.

Di bawah naungan yayasan yang sama, pada 2023 juga telah berdiri dan beroperasi, SD Al Halaby Islamic School. Ada 100 anak yang saat ini sedang menuntut ilmu di sana. Antusiasme masyarakat menyekolahkan anaknya di SD Al Halaby Islamic School sangat tinggi, tapi karena masih fase penambahan gedung, jumlah siswa masih dibatasi.

Tak hanya aktif di yayasan, perempuan yang baru akan genap berusia 45 tahun pada 11 September tahun ini juga telah mendirikan Majelis Taklim Halaby. Di sana Lisa Halaby sebagai pimpinannya.

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
HeadlinePolitik

Cegah Konflik Kepentingan, Wakil Wali Kota Banjarbaru Mundur dari Jabatan

sumbu.id, Wakil Wali Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan Wartono memilih mundur dari...

HeadlinePemerintahan

Presiden Prabowo Akan Lantik 270 Kepala Daerah 6 Februari 2025

sumbu.id, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengatakan sekitar 270 kepala...

HeadlinePolitik

Kalah dari Bobby, Edy Rahmayadi Gugat Hasil Pilkada Sumut ke MK

sumbu.id, Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara (Sumut) nomor urut...

HeadlinePolitik

Tim RIDO Datangi MK, Konsultasi Gugatan Hasil Pilkada Jakarta

sumbu.id, Tim cagub-cawagub Nomor Urut 1 Ridwan Kamil-Suswono ( RIDO ) mendatangi...