sumbu.id, ACEH – Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh sejak 28 November 2025 terus meluas. Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi mencatat, hingga Kamis (4/12/2025) malam pukul 19.31 WIB, 326 warga meninggal dunia dan 167 lainnya dinyatakan hilang akibat banjir bandang dan longsor.
Bencana tersebut telah memukul 18 kabupaten/kota, mencakup 227 kecamatan dan 3.433 gampong (desa) dengan total 1.680.886 jiwa terdampak, di antaranya 813.017 jiwa mengungsi ke 698 titik.
“Korban meninggal kembali bertambah hari ini berdasarkan laporan dari daerah, sementara jumlah hilang terus berkurang,” kata Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, di Banda Aceh.
Selain menimbulkan korban jiwa, kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, mulai dari 176 perkantoran, 64 rumah ibadah, 246 sekolah, 6 pesantren, 224 jembatan, hingga 240 rumah sakit/puskesmas. Sementara 111.430 rumah penduduk, 64.837 hektare sawah, dan 13.118 hektare perkebunan turut terdampak.

Gubernur Aceh Terobos Banjir Salurkan Bantuan
Di tengah situasi darurat itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem turun langsung ke Aceh Tamiang, salah satu wilayah terparah, Kamis (4/12/2025) dini hari. Tiba sekitar pukul 23.00 WIB, Mualem bersama rombongan menerobos banjir menuju Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, untuk menyalurkan bantuan.
“Alhamdulillah hari ini kita penuhi kebutuhan sembako. Kita masih kewalahan soal air bersih dan tabung elpiji. Dalam beberapa hari ke depan akan menyusul dan kita benahi lokasi-lokasi yang terdampak,” ujar Mualem.
Dalam kondisi yang mencekam, listrik padam, jalan terendam air dan bau menyengat dimana-mana. Distribusi bantuan berlangsung hingga pukul 03.15 WIB dini hari. Saat kembali menuju Kota Langsa, rombongan juga membagikan bantuan bagi warga yang mendirikan posko darurat di sepanjang Jalur Banda Aceh-Medan.
“Kita sedih dan pilu melihat kondisi ini. Kita harap rakyat Aceh tabah menghadapi cobaan banjir dan longsor,” kata Mualem.

Rombongan Bawa 30 Ton Bantuan dan Buka Posko Donasi
Rudi, penginisiasi penyaluran bantuan, menyebutkan pihaknya mengirim truk berisi sekitar 30 ton sembako, terdiri atas air mineral, biskuit, mi instan, beras, telur, dan obat-obatan. “Besok juga ada truk berikutnya. Kami juga buka posko di Medan untuk teman-teman yang ingin menyumbang ke Aceh,” ujarnya.
Bupati Aceh Tamiang Bantah Isu Korban 250 Jiwa
Di sisi lain, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi membantah isu yang menyebutkan 250 warga Kampung Dalam tewas akibat banjir bandang. “Itu tidak benar. Jangan dipercaya, itu informasi sesat,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat mengacu pada data resmi posko utama. “Kalau mau tanya data yang valid, silakan datang ke Posko Bicara Alam di Desa Paya Bedi,” ujarnya.
Armia mengakui ada korban jiwa di Kampung Dalam, namun jumlahnya tidak besar. Ia juga menegaskan bahwa wilayah tersebut bukan daerah pedalaman.
“Saya lihat langsung kondisi di sana ketika menyeberangi sungai saat banjir pertama. Tidak ada orang-orang mengapung. Jadi saya kira jumlahnya tidak banyak,” katanya.
Armia menambahkan, pendistribusian logistik terus dilakukan menggunakan berbagai moda, termasuk traktor untuk menjangkau daerah sulit seperti Tenggulun, Tamiang Hulu, Sungai Iyu, dan Banda Mulia.
Leave a comment