sumbu.id, Thailand Selatan tengah menghadapi bencana banjir yang kian memburuk. Pemerintah Provinsi Songkhla menetapkan Hat Yai dan sejumlah distrik di sekitarnya sebagai zona merah, disertai perintah evakuasi darurat di tengah hujan lebat berkepanjangan akibat palung monsun yang memicu pembentukan awan hujan dalam skala besar.
Gubernur Songkhla, Rattasart Chidchoo mengatakan rapat Pusat Komando Penanggulangan Banjir, Badai, dan Tanah Longsor pada Minggu (23/11/2025) di Balai Provinsi untuk mengevaluasi situasi yang memburuk dengan cepat serta menetapkan langkah penanganan yang harus segera dijalankan.
Mengutip The Nation, banjir yang terjadi sepanjang 19–23 November telah berdampak pada 16 distrik, 100 subdistrik, 637 desa, serta lebih dari 465.000 warga. Sebanyak 235 orang telah dievakuasi.
Hat Yai, Rattaphum, dan Na Mom menjadi wilayah dengan dampak terparah. Hat Yai mencatat jumlah penduduk terdampak terbesar, yakni lebih dari 243.000 orang, setelah air meluap hingga kawasan perkotaan. Tinggi muka air di Khlong U-Taphao juga dilaporkan hampir mencapai batas kritis.
Ribuan Turis Malaysia Terjebak
Menurut laporan Free Malaysia Today pada Minggu (23/11), Presiden Asosiasi Hotel Hatyai–Songkhla, Sitthipong Sitthiprapha, mengungkapkan bahwa ribuan turis Malaysia terjebak di berbagai hotel di Hat Yai dan wilayah lain.
“Lebih dari 4.000 wisatawan Malaysia terlantar sejak tadi malam, termasuk mereka yang berniat kembali ke Malaysia melalui Sadao karena jalan utama Hatyai-Sadao tidak dapat dilalui,” ujarnya seperti dikutip FMT dari Bernama.
Sitthipong menambahkan, sebagian wisatawan tidak dapat keluar hotel karena genangan air merendam pusat Kota Hat Yai. Pemerintah daerah telah mulai menyalurkan bantuan makanan dan menurunkan perahu untuk mengevakuasi para wisatawan ke lokasi yang lebih aman.
Hingga kini belum ada data pasti jumlah kendaraan milik wisatawan Malaysia yang terendam. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa.
Leave a comment