Home Headline Raja Charles III Copot Gelar Adiknya Pangeran Andrew dan Usir dari Istana
HeadlineInternasional

Raja Charles III Copot Gelar Adiknya Pangeran Andrew dan Usir dari Istana

Share
Raja Charles III mencopot seluruh gelar kehormatan dan hak istimewa adiknya, Pangeran Andrew. Ia juga diperintahkan untuk meninggalkan Kastil Windsor. (Dan Kitwood/Getty Images)
Share

sumbu.id, LONDON – Raja Charles III mengambil langkah tegas terhadap adiknya, Pangeran Andrew, dengan secara resmi menghapus namanya dari daftar keluarga kerajaan Inggris. Seluruh gelar kehormatan dan hak istimewa kerajaan yang melekat pada Andrew juga dicabut.

Sejak keputusan itu berlaku, pria berusia 65 tahun tersebut akan dikenal dengan nama Andrew Mountbatten-Windsor, tanpa embel-embel kebangsawanan apa pun. Ia juga diperintahkan untuk meninggalkan Kastil Windsor dan menempati hunian pribadi.

Langkah keras ini menandai titik terendah dalam kehidupan Andrew, setelah bertahun-tahun terseret skandal seksual yang melibatkan jaringan kejahatan seks Jeffrey Epstein. Kasus itu kembali mencuat setelah terbitnya memoar Virginia Giuffre, salah satu korban perdagangan manusia yang menuding Andrew terlibat dalam kasus tersebut.

Meski Andrew terus membantah semua tuduhan, Istana Buckingham kini mengambil posisi jelas. Dengan mencopot seluruh gelar adiknya, Raja Charles III dinilai ingin menegaskan bahwa reputasi Kerajaan Inggris berada di atas kepentingan pribadi siapa pun, bahkan anggota keluarga sendiri.

“Langkah ini menunjukkan tekad Raja Charles III untuk menjaga martabat monarki di era kepemimpinannya,” tulis The Telegraph, dikutip pada Sabtu (1/11/2025).

Sementara Andrew kehilangan seluruh hak kerajaan, kedua putrinya, Putri Beatrice dan Putri Eugenie, tetap mempertahankan gelar Her Royal Highness (HRH). Keduanya tidak terkena dampak langsung dari keputusan ayah mereka dicopot status bangsawannya.

Putri Eugenie diketahui lebih banyak tinggal di Portugal bersama suaminya, Jack Brooksbank, sementara Beatrice menetap di Cotswolds bersama suaminya, Edoardo Mapelli Mozzi. Mereka juga tetap berhak menempati hunian kerajaan di Istana St. James, London.

“Para putri tidak akan diminta meninggalkan rumah mereka. Mereka tetap memegang gelar Yang Mulia,” demikian pernyataan resmi pihak Kerajaan Inggris.

Langkah Charles III ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa monarki Inggris memasuki babak baru, di mana tanggung jawab moral dan citra publik kini menjadi prioritas tertinggi di bawah pemerintahannya.

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
HeadlineInternasional

Presiden Prabowo dan PM Starmer Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris

sumbu.id, LONDON – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan...