sumbu.id, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo mengatakan Presiden Prabowo Subianto ingin pemerataan kegiatan olahraga di sekolah dilakukan minimal 1 jam per hari.
Hal itu akan diinisiasi melalui program ‘Gerakan Indonesia Bugar’ yang harus dimulai dari usia dini yakni Sekolah Dasar.
“Salah satu untuk mendukung gerakan tersebut, nanti jam olahraga ekstrakurikuler olahraga anak akan ditambah, minimal satu jam sehari. Dan juga gerakan dasar senam di sekolah akan dikembalikan juga,” ujar Menpora Dito dalam keterangan laman resmi Kemenpora, dikutip Rabu (11/12/2024).
Tujuan dari program tersebut agar para siswa dapat bergerak dan berolahraga sehingga menjadi generasi emas yang bugar.
“Presiden sangat menginginkan hal itu, jadi tadi mengkooordinasikan program prioritas dengan kementerian lembaga,” tambahnya.
Seperti dilansir Antara, tidak hanya melalui penambahan jam pelajaran di dalam kelas atau intrakurikuler, program ini juga disiapkan bisa masuk ke kegiatan di luar jam sekolah atau ekstrakurikuler.
Menpora mengatakan nantinya olahraga yang diberikan melalui program ini di antara seperti gerakan dasar senam gymnastik dan atletik dengan fokus pembentukan postur tubuh yang optimal.
“Ini sekaligus bagaimana membentuk bibit-bibit atlet sejak dini, dari tingkat pendidikan paling bawah,” pungkasnya.
Usulan mewajibkan anak-anak untuk melakukan senam di sekolah, sebenarnya sudah diutarakan Menpora sejak 2023.
Menurut Dito, langkah tersebut menjadi salah satu pijakan pembentukan fisik dan karakter seluruh cabang olahraga.
“Perlu diketahui, Kemenpora mendorong gymnastics wajib ada di seluruh tingkatan sekolah, saat ini sudah pada tahap finalisasi, semoga bisa dilakukan pada akhir tahun ini,” ujar Dito dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (6/7/2024).
“Karena gymnastics sebagai salah satu mother of sport dalam rangka pembentukan fisik dan karakter generasi masa kini dan generasi muda ke depannya di semua cabang olahraga,” lanjutnya.
Leave a comment