sumbu.id, Kekhawatiran masyarakat terkait anggur muscat yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya telah mendapat kepastian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan hasil uji sampling anggur muscat yang beredar di Indonesia aman atau bebas residu pestisida Chlorpyrifos di atas ambang batas normal.
BPOM telah melakukan uji laboratorium dengan sejumlah sampel dari berbagai daerah dengan uji residu pestisida dan zat berbahaya lainnya.
Hasilnya, 99 persen dinyatakan tidak berbahaya, sedang 10 persen mengandung residu pestisida, namun masih di bawah ambang batas maksimum.
“Dengan hasil ini, (anggur muscat yang beredar di Indonesia) dinyatakan tidak ada senyawa berbahaya seperti dugaan dari pemerintahan di Thailand,” kata Kepala Bapanas Arief dalam konferensi pers keamanan pangan yang dilakukan oleh BPOM, Senin (4/11/2024).
Pengujian ini dilakukan menyusul adanya temuan bahan kimia berbahaya di anggur muscat yang ditemukan Otoritas Pangan di Thailand, Malaysia, hingga Singapura.
Meski hasil tersebut menunjukkan anggur shine muscat aman dikonsumsi, BPOM mengimbau agar masyarakat menjadi konsumen yang cerdas dan berdaya. Salah satunya mengenali dan memilih pangan yang aman dan bermutu serta memperhatikan dan menerapkan cara penyimpanan pangan yang dianjurkan Bapanas.
Leave a comment