sumbu.id, JAKARTA – Dua calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tahun 2026.
Kedua peserta yang meninggal dunia masing-masing bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Anisa meninggal akibat heat stroke, sedangkan Yonanda dinyatakan meninggal karena henti jantung atau cardiac arrest.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya kedua peserta tersebut.
“Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya dua peserta Program SPPI KDKMP dan KNMP Tahun 2026 yang sedang mengikuti Latihan Dasar Militer di satuan pendidikan TNI,” ujar Rico dalam keterangan resminya.
Kemhan memastikan seluruh hak peserta yang meninggal dunia akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Anisa Muyassaroh diketahui mengikuti Latsarmil di Satuan Pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Pada 18 Juni 2026, ia mengalami gangguan kesehatan saat menjalani kegiatan pendidikan.
Anisa sempat mendapatkan pertolongan dan dirujuk ke fasilitas kesehatan. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Hasil pemeriksaan medis menyatakan penyebab kematiannya akibat heat stroke atau serangan panas yang mengganggu fungsi tubuh secara serius.
Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur Kodiklatad Baturaja, Sumatera Selatan. Ia dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026.
Meski telah memperoleh penanganan medis, Yonanda dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung.
Kementerian Pertahanan menyatakan seluruh prosedur penanganan medis telah dilakukan sesuai standar sebelum kedua peserta dinyatakan meninggal dunia.
Kemhan juga menegaskan bahwa Anisa dan Yonanda sebelumnya telah menjalani seluruh tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan yang menjadi syarat mengikuti program SPPI dan Latsarmil.
“Kedua peserta telah mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan dan dinyatakan memenuhi syarat kesehatan untuk mengikuti pendidikan,” kata Rico.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menjawab pertanyaan publik terkait kondisi kesehatan peserta sebelum mengikuti pelatihan.
Menyusul peristiwa tersebut, Kementerian Pertahanan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan penyelenggaraan Latsarmil guna memperkuat aspek keselamatan peserta.
Evaluasi itu mencakup pengawasan kesehatan, prosedur latihan, kesiapan tenaga medis, hingga mekanisme penanganan darurat selama pendidikan berlangsung.
Kemhan menegaskan bahwa keselamatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan yang melibatkan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih maupun Koperasi Nelayan Merah Putih.
Leave a comment