sumbu.id, Dunia hiburan Tanah Air kembali kehilangan salah satu sosok terbaiknya. Aktor senior Epy Kusnandar, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Kang Mus dalam sinetron Preman Pensiun, meninggal dunia pada Rabu (3/12/2025) di usia 61 tahun.
Kabar duka tersebut diumumkan langsung oleh sang istri, Karina Ranau di Intagram pribadinya. Dalam pernyataannya, Karina memohon doa untuk almarhum.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa,” tulis Karina.
Menurut keterangan keluarga, prosesi pemakaman akan digelar pada Kamis (4/12/2025) pukul 08.00 WIB di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Perjalanan Karier dan Warisan Karya
Kepergian Epy meninggalkan duka mendalam bagi insan perfilman dan pertelevisian Indonesia. Lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) angkatan 1989 ini dikenal sebagai aktor watak dengan kemampuan akting natural dan berkarakter.
Kariernya bermula dari panggung teater, sebelum akhirnya menembus layar kaca. Ia mulai mencuri perhatian publik ketika memerankan Dadang, satpam kompleks jenaka dalam sitkom Suami-Suami Takut Istri (2007).
Popularitasnya memuncak saat membawakan karakter Muslihat atau Kang Mus dalam Preman Pensiun. Tokoh mantan preman yang tegas namun bijak tersebut melekat kuat di hati penonton dan menjadikannya ikon budaya populer.
Kiprah di Layar Lebar dan Perjuangan Hidup
Selain sinetron, Epy juga tampil di layar lebar melalui berbagai film populer. Salah satu peran awalnya yang ikonik adalah Upay dalam film klasik Petualangan Sherina (2000). Ia juga terlibat dalam film aksi internasional The Raid 2: Berandal (2014), yang menegaskan kemampuannya di luar genre komedi.
Dalam perjalanan hidupnya, Epy dikenal sebagai sosok pejuang. Ia pernah divonis menderita tumor otak pada 2010 dan berhasil melewati masa sulit tersebut setelah menjalani serangkaian pengobatan medis maupun alternatif. Kisahnya kala itu sempat menginspirasi banyak orang.
Kini, Kang Mus telah berpulang. Namun tawa, karya, serta pesan moral yang ia tinggalkan akan terus hidup dalam ingatan publik.
Leave a comment