sumbu.id, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah menunjukkan tren pemulihan. Hal itu, katanya, tercermin dalam data Indeks Kepercayaan Konsumen kepada Pemerintah (IKKP) yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Purbaya menepis pernyataan eks Kepala Kantor Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi yang menilai gaya komunikasinya yang dianggap “baku tikam” dengan pejabat lain bisa melemahkan soliditas pemerintahan.
Ia menyebut, indeks kepercayaan publik terhadap pemerintah naik ke level 130,6 pada Oktober 2025 dari 117,3 pada bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut, menurutnya, menunjukkan adanya peningkatan optimisme masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.
“Stabilitas pemerintah amat baik di mata masyarakat, kecuali di mata orang itu ya,” ujar Purbaya menanggapi kritik yang menyoroti gaya komunikasinya, saat diwawancarai di Jakarta, Senin (27/10/2025).
Maka dari itu, dia meyakini gaya komunikasinya yang kerap dikritik lantaran dianggap ceroboh atau bergaya ‘koboi’ justru berpengaruh positif terhadap pemulihan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
Gaya itu pun, kata Purbaya, juga merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto yang ingin pertumbuhan ekonomi terakselerasi pada kuartal IV tahun 2025.
“Saya hanya perpanjangan tangan dari Presiden, dengan versi yang lebih halus malah. Karena kita perlu ekonomi yang lebih cepat di triwulan IV tahun ini. Sudah mulai kelihatan kan? Saya harapkan ke depan lebih bagus lagi,” ungkap Purbaya.
Menteri Keuangan itu juga menegaskan, perbaikan kepercayaan itu didukung oleh kualitas kinerja ekonomi yang juga membaik. “Ketika ekonomi buruk, masyarakat tidak suka pemerintah. Tapi ketika ekonomi mulai pulih, kepercayaan mereka ikut kembali,” jelasnya
Sebelumnya, Purbaya menjelaskan bahwa perbaikan kepercayaan publik sejalan dengan membaiknya indikator ekonomi. Salah satunya terlihat dari pertumbuhan kredit perbankan dan peningkatan penjualan ritel.
Kebijakan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke bank-bank Himbara disebut turut mendorong ekspansi kredit dan memperlancar perputaran likuiditas di sektor keuangan.
Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 7,7 persen pada September 2025, naik dari 7,56 persen pada Agustus 2025. Sementara itu, uang primer (M0) adjusted tumbuh 18,58 persen secara tahunan (yoy), lebih tinggi dibandingkan M0 non-adjusted sebesar 13,16 persen yoy.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, peningkatan jumlah uang beredar itu tak lepas dari penempatan dana pemerintah di perbankan yang memperkuat likuiditas nasional.
Dengan tren positif tersebut, Purbaya optimistis kepercayaan publik akan terus meningkat seiring akselerasi ekonomi pada kuartal IV tahun 2025. Ia berharap, berbagai kebijakan fiskal yang dijalankan mampu memperkuat daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Leave a comment