sumbu.id, JAKARTA – Organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat resmi bertransformasi menjadi partai politik. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Minggu (18/1/2026).
Melalui forum itu, Gerakan Rakyat mendeklarasikan pendirian Partai Gerakan Rakyat sekaligus menyatakan keinginan mengusung Anies Baswedan sebagai Presiden Republik Indonesia.
“Satu hal kita menginginkan Indonesia yang lebih adil dan makmur, dan yang kedua kita menginginkan pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan,” ujar Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, dalam siaran langsung YouTube Gerakan Rakyat.
Gerakan Rakyat lahir dari barisan relawan dan pendukung Anies Baswedan pada Pemilihan Presiden 2024. Organisasi ini sejak awal dibentuk sebagai wadah konsolidasi relawan agar tetap memiliki saluran perjuangan politik setelah kontestasi nasional berakhir.
Sahrin Hamid, yang kini menjabat Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, dikenal sebagai juru bicara Anies Baswedan pada masa kampanye Pilpres 2024. Hubungan keduanya tetap terjaga bahkan setelah Anies tidak lagi memiliki kendaraan politik formal usai pemilihan presiden. Loyalitas tersebut menjadi fondasi berdirinya Gerakan Rakyat.
Setelah berjalan sekitar satu tahun sebagai ormas, Gerakan Rakyat mencapai fase transformasi melalui Rakernas I. Keputusan beralih menjadi partai politik diambil melalui musyawarah mufakat yang dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari seluruh provinsi di Indonesia.
Pimpinan Sidang Rakernas, Muhammad Ridwan, menjelaskan keputusan tersebut disahkan dalam sidang pleno pertama.
“Setelah bermusyawarah dan mencapai kata mufakat dari seluruh peserta Rapat Kerja Nasional pertama Gerakan Rakyat pada sidang pleno pertama untuk menetapkan sebagai berikut,” ujar Ridwan.
“Perkumpulan Gerakan Rakyat mendirikan sebuah partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat. Setuju?” tanyanya, yang disambut serempak dengan jawaban “setuju” dari peserta Rakernas.
Ridwan menegaskan, pendirian partai politik ini didasarkan pada keyakinan bahwa perjuangan mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat membutuhkan langkah politik yang terorganisasi, sistematis, dan berkelanjutan.
Dalam Rakernas tersebut, Sahrin Hamid ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat periode 2026–2031. Ia juga diberikan mandat penuh untuk membentuk dan menyempurnakan struktur kepengurusan partai di seluruh Indonesia.
“Mengamanatkan kepada Ketua Umum terpilih Partai Gerakan Rakyat, Saudara Sahrin Hamid, untuk membentuk, melengkapi, dan menyempurnakan struktur organisasi Partai Politik Gerakan Rakyat di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan visi, misi, prinsip, dan karakter Gerakan Rakyat,” kata Ridwan.
“Dengan demikian, sah Bung Sahrin Hamid sebagai Ketua Partai Politik Gerakan Rakyat,” pungkasnya.
Deklarasi Partai Gerakan Rakyat menandai masuknya kekuatan baru ke panggung politik nasional, sekaligus memperjelas arah dukungan politik relawan Anies Baswedan ke depan.
Leave a comment