sumbu.id, BRUSSELS – Ribuan petani dari berbagai negara Uni Eropa menggelar demonstrasi besar di Brussels, Belgia, Kamis (18/12/2025). Aksi yang awalnya berlangsung damai itu berubah ricuh dan berujung bentrokan dengan aparat kepolisian.
Polisi Belgia terpaksa menembakkan gas air mata dan mengerahkan meriam air untuk membubarkan massa yang kian tidak terkendali. Sejumlah demonstran dilaporkan ditangkap setelah berupaya menerobos barikade pengamanan.
Demonstrasi tersebut bertepatan dengan pertemuan puncak Uni Eropa yang membahas masa depan perjanjian perdagangan bebas antara Uni Eropa dan blok Mercosur, yang mencakup Brasil, Argentina, Paraguay, dan Uruguay. Kesepakatan ini telah dinegosiasikan selama lebih dari dua dekade.
Para petani menentang keras perjanjian tersebut karena khawatir masuknya produk pertanian murah dari negara-negara Mercosur akan menekan harga pasar dan mengancam kelangsungan petani lokal di Eropa.
Dalam aksinya, para demonstran membawa sekitar 1.000 traktor dan melumpuhkan lalu lintas di kawasan European Quarter, termasuk di sekitar Parlemen Eropa dan Place du Luxembourg. Mereka memblokir sejumlah ruas jalan, melempari aparat dengan kentang, batu, dan telur, serta menyalakan kembang api dan membakar ban.
Hingga kini, aparat keamanan masih berjaga di sejumlah titik strategis Brussels untuk mencegah meluasnya kerusuhan, sementara para pemimpin Uni Eropa melanjutkan pembahasan perjanjian dagang tersebut di tengah tekanan publik.
Leave a comment