sumbu.id, HONG KONG – Kebakaran hebat melanda kompleks apartemen di Tai Po, Hong Kong, pada Rabu (26/11/2025), menewaskan sedikitnya 44 orang dan ratusan orang masih dinyatakan hilang. Insiden ini menjadi salah satu kebakaran paling mematikan yang pernah terjadi di kota tersebut.
Kebakaran terjadi di kompleks hunian besar yang terdiri dari delapan gedung pencakar langit berisi hampir 2.000 unit apartemen. Tujuh dari delapan tower dilaporkan hangus setelah api menjalar dengan sangat cepat ke blok-blok lain.

Penyebab Api Menyebar Cepat Masih Diselidiki
Direktorat Pemadam Kebakaran Hong Kong tengah menyelidiki penyebab kebakaran, termasuk alasan mengapa api dapat merambat begitu cepat ke seluruh kompleks.
Direktur Dinas Pemadam Kebakaran Andy Yeung mengungkapkan bahwa tim penyelamat menemukan beberapa lembar papan polistirena yang menutupi jendela sejumlah unit.
“Papan polistirena ini sangat mudah terbakar dan membuat api menyebar dengan sangat cepat,” kata Yeung, dikutip CNN. Ia menambahkan bahwa temuan tersebut tidak lazim sehingga sudah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.
Perancah Bambu Diduga Percepat Perambatan Api
Selain papan polistirena, aparat juga menemukan perancah bambu dalam jumlah besar yang menutupi sisi luar beberapa bangunan yang sedang direnovasi. Struktur perancah bambu yang lazim digunakan di Hong Kong untuk konstruksi diduga mempercepat perambatan api.
Kobaran api pertama kali terlihat pada bagian perancah bambu sebelum menjalar ke gedung-gedung di sekitarnya. Seorang reporter AFP melaporkan terdengar suara retakan keras, kemungkinan dari bambu yang terbakar, sementara asap hitam pekat membubung ke udara.
Seluruh blok apartemen di kompleks tersebut diketahui sedang menjalani renovasi besar-besaran. Otoritas perumahan setempat kini juga memeriksa apakah lapisan pelindung bangunan yang digunakan selama renovasi memiliki ketahanan api yang memadai.
Otoritas Pastikan Investigasi Dilanjutkan
Pemimpin Hong Kong, John Lee, menegaskan bahwa pemerintah akan menindak siapa pun yang bertanggung jawab atas kelalaian dalam proyek renovasi maupun penerapan standar keselamatan. “Kami akan meminta pertanggungjawaban sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku,” ujar Lee.
Hingga saat ini, proses pencarian korban dan penyelamatan masih berlangsung, sementara jumlah korban jiwa diperkirakan dapat terus bertambah.
Leave a comment