SUMBU.ID, Jakarta – Harga batu bara turun pada perdagangan. Si batu hitam belum bisa lepas dari tren negatif. Hal itu karena tertekan kabar dari India, yang mengalami kenaikan produksi.
Pada Rabu (30/10/2024), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan ini dihargai US$ 145/ton. Turun 0,17% dibandingkan hari sebelumnya.
Dalam sebulan terakhir, harga batu bara terpangkas 1,06% secara point-to-point. Sepanjang tahun ini, harga berkurang nyaris 1%.
Kesadaran akan pelestarian lingkungan membuat batu bara makin ditinggalkan. Bloomberg News mengabarkan, lebih dari 500 hedge funds kini meminati ekonomi hijau alias green economy.
Perusahaan pengembangan tenaga matahari (solar), angin, kendaraan listrik, dan baterai tengah menjadi primadona. Investor sangat berminat ke sektor-sektor tersebut.
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara sudah masuk zona bearish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 48,37. RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Adapun indikator Stochastic RSI sudah menyentuh angka 0. Sudah paling kecil, sangat jenuh jual (oversold).
Saat ini harga batu bara sudah berada di pivot point US$ 145/ton. Dari sini, target koreksi terdekat adalah US$ 143/ton yang merupakan Moving Average (MA) 50. Jika tertembus, maka support terjauh atau target paling pesimistis adalah MA-200 di US$ 136/ton.
Sementara ruang kenaikan juga relatif terbatas. Target resisten terdekat ada di rentang US$ 147-151/ton.
Source: Bloomberg Technoz
Leave a comment