sumbu.id, Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), yang resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy. Penunjukan ini menempatkan Jokowi sejajar dengan sederet tokoh internasional berpengaruh dari berbagai sektor.
Dalam forum tersebut, Jokowi akan duduk bersama mantan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, mantan Perdana Menteri Italia Mario Draghi, CEO Apollo Global Management Marc Rowan, Wakil Direktur Pelaksana Pertama IMF Gita Gopinath, Duta Aksi Iklim Singapura Ravi Menon, hingga pendiri Moderna Noubar Afeyan.
Tugas Utama Jokowi
Sebagai anggota dewan penasihat, Jokowi memiliki peran strategis: memberikan masukan serta nasihat mengenai isu-isu global yang semakin kompleks. Fokus utama meliputi perdagangan internasional, arus investasi, perkembangan teknologi digital, hingga krisis iklim yang semakin mendesak.
Dengan pengalaman memimpin Indonesia selama satu dekade, Jokowi dinilai memiliki perspektif berharga, khususnya dalam memperkuat kolaborasi antara sektor publik dan swasta di tingkat global. Kolaborasi ini dianggap krusial untuk menciptakan solusi inovatif menghadapi perubahan ekonomi dunia yang penuh ketidakpastian.
Selain memberi masukan strategis, Jokowi juga akan aktif berpartisipasi dalam forum rutin Bloomberg New Economy. Forum ini mempertemukan para pemimpin dunia, tokoh bisnis, dan akademisi untuk mencari solusi bersama atas tantangan global.
Pengakuan Internasional
Bloomberg New Economy, yang berdiri sejak 2018, dibentuk untuk merespons pergeseran kekuatan ekonomi global dari Barat ke Timur dan dari Utara ke Selatan, yang dipicu oleh globalisasi, digitalisasi, dan pertumbuhan demografi.
Keterlibatan Jokowi di forum ini diyakini mampu menghadirkan sudut pandang baru dari Asia Tenggara, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai bagian dari arsitektur ekonomi global yang lebih inklusif.
Global Bloomberg New Economy akan mempertemukan pemimpin pemerintahan dan perusahaan global untuk mencari solusi demi kesejahteraan bersama.
Rencananya, pertemuan berikutnya akan mengusung tema “Thriving in an Age of Extremes”, yang berlangsung di Singapura pada 19-21 November 2025.
“Dengan begitu banyak kekuatan yang mengubah ekonomi global, dari pergeseran perdagangan dan politik hingga perubahan iklim dan perkembangan kecerdasan buatan, misi Bloomberg New Economy kini lebih relevan dari sebelumnya,” kata pendiri Bloomberg, Mike Bloomberg.
Leave a comment