sumbu.id, MADRID – AC Milan hancurkan Real Madrid di hadapan pendukung Los Blancos pada matchday keempat Liga Champions dengan skor telak 3-1 di Santiago Bernabeu, Rabu (6/11/2024) dinihari. Los Blancos tak berdaya menghadapi permainan cepat si Setan Merah.
Malick Thiaw membawa Milan memimpin di menit ke-12. Kemudian, Penalti Vinicius Junior menyamakan skor menjadi 1-1 di menit ke-23, namun Alvaro Morata membawa Milan kembali unggul jelang turun minum.
Pada babak kedua, Tijjani Reijnders membawa Milan menjauh 3-1 pada menit ke-73, sekaligus membenamkan harapan kemenangan Los Blancos. Hasil pertandingan ini, kekalahan kedua Real Madrid di Liga Champions musim ini.
Kemenangan ini membuat Milan masuk zona playoff, tepatnya peringkat 18 dengan enam poin dari empat laga. Mereka akan bertemu Slovan Bratislava pada 27 November mendatang.
Jalannya Pertandingan
Laga Madrid vs Milan berjalan sengit sejak babak pertama. Walaupun Madrid lebih banyak menekan, Milan juga mampu menghadirkan peluang-peluang berbahaya lewat serangan mereka yang efisien.
Rossoneri bahkan berhasil unggul lebih dulu lewat Malick Thiaw di menit ke-12. Thiaw berhasil menyundul bola hasil sepak pojok yang dilepaskan oleh Christian Pulisic.
Keunggulan Milan tak bertahan lama karena Madrid mmperoleh penalti di menit ke-23 usai Emerson Royal melanggar Vinicius di kotak terlarang. Winger Brasil itu sendiri yang maju sebagai eksekutor untuk menaklukkan kiper Rossoneri, Mike Maignan.
Milan kembali mengancam di menit ke-31, namun tembakan jarak jauh Reijnders berhasil digagalkan Lunin. Gol kedua Milan akhirnya tercipta di menit ke-39.
Youssouf Fofana memotong umpan Aurelien Tchouameni dan menghasilkan serangan balik untuk Milan. Pulisic yang menguasai bola lalu mengirim umpan silang ke tengah kotak penalti Madrid. Di sana ada Rafael Leao.
Tembakan penyerang Portugal itu masih mampu ditepis Lunin, namun Morata menyambar bola liar demi menjebol gawang Madrid. Tuan rumah coba menyamakan skor lewat Kylian Mbappe, namun tembakan kaki kanannya di menit ke-43 diblok Maignan. Skor 2-1 menutup babak pertama.
Pada babak kedua, Madrid langsung tampil menekan. Vinicius melepaskan tembakan jarak jauh di menit ke-47, tetapi diamankan Maignan. Milan membalas lima menit berselang, namun sundulan Leao digagalkan Lunin.
Alih-alih menyamakan skor, Madrid kembali kebobolan di menit ke-73. Aksi dribel Leao dari sisi kiri melewati barisan belakang El Real diakhiri dengan umpan silang yang dituntaskan Reijnders dengan tembakan yang kembali membobol Lunin.
Madrid sempat mencetak gol lewat Antonio Rudiger di menit ke-81, namun dianulir Video Assistant Referee (VAR) yang mengungkap bek Jerman itu lebih dulu terjebak offside saat Dani Ceballos melepas umpan silang. Skor 3-1 bertahan hingga usai.
Menanggapi kekalahan tersebut, Carlo Ancelotti mengaku sangat kecewa. Secara khusus ia menyoroti pertahanan tim asuhannya, di mana mereka sudah kebobolan 9 gol dalam tiga penampilan terakhir di semua kompetisi.
“Kenyataannya adalah apa yang Anda lihat di lapangan dan kami kehilangan sesuatu. Kami harus memperbaikinya. Kami kurang solid. Kami telah kebobolan sembilan gol dalam beberapa partai terakhir dan itu terlalu banyak bagi satu tim yang telah membangun kekuatannya berdasarkan soliditas,” ungkap Ancelotti dilansir dari laman resmi klub.
Usai kemenangan tim nya melawan Los Blancos, Paulo Fonseca mengungkapkan kemenangan ini karena keberanian dan perjuangan para pemainnya.
“Saya pikir kami menang karena para pemain memiliki keberanian untuk datang ke sini dan menunjukkan permainan kami, tanpa rasa takut pada apa pun,” kata Fonseca kepada Sky Sport Italia
“Kami ingin mempertahankan bola, kami melakukan sejumlah hal bagus di babak pertama lalu berjuang lebih keras usai jeda, tapi kami melakukannya bersama-sama dan pantas meraih kemenangan ini. Bukan hanya karena kami mencetak tiga gol, tapi karena kami juga permainan kami berkualitas,” lanjutnya.
Fonseca juga menjelaskan bahwa di Serie A lawan lebih sulit ditembus karena pertahanan yang lebih rapat. Ini sebabnya mengalahkan Madrid terasa lebih mudah.
“Sejujurnya, saya harus melihat konteksnya secara keseluruhan. Menurut cara saya bermain sepak bola, ini adalah laga dengan banyak ruang untuk dimainkan. Orang-orang di luar Italia tak mengerti sulitnya Serie A,” tegas Fonseca.
“Menurut saya, lebih sulit bermain di Serie A ketimbang di Liga Champions karena masalah taktis ini. Lebih mudah bagi kami untuk bermain malam ini, meski melawan Real Madrid yang merupakan tim terbaik di dunia, karena ini sangat berbeda,” tutup juru taktik Rossoneri tersebut.
Dipertandingan lain, hasil yang mengejutkan terjadi. Sporting yang bermain di kandang sendiri, berhasil menghajar Manchester City dengan skor telak 4-1.
Berikut hasil matchday keempat Liga Champions, tadi malam:
PSV Eindhoven 4-0 Girona
Slovan Bratislava 1-4 Dinamo Zagreb
Borussia Dortmund 1-0 Sturm Graz
Celtic 3-1 RB Leipzig
Real Madrid 1-3 AC Milan
Sporting CP 4-1 Manchester City
Lille 1-1 Juventus
Liverpool 4-0 Bayer Leverkusen
Bologna 0-1 AS Monaco
Leave a comment